Negara Kelima : Pencarian Negeri Atlantis yang Hilang
- Big L
- Oct 10, 2021
- 2 min read

Raganya Indonesia tetapi jiwanya tidak lagi Nusantara
Satu kelompok berkuasa, sisanya pengaya saja
Sebagian kecil kelompok kaya, sisanya menanggung derita
Bubarkan Indonesia. Bebaskan Nusantara. Bentuk Negara Kelima
-Kelompok Patriotik-
Alhamdulillah, selesai juga “melahap” Negara kelima, buku kedua karya ES ito ini masih luar biasa. Membuat saya takjub dengan kejutan-kejutan di tiap halamannya dan membuat saya tidak bisa berhenti membacanya.
Novel ini masih mengangkat cerita dengan genre misteri yang berlatarkan Sejarah Indonesia. Jika pada Rahasia Meede ES ITO hanya fokus pada satu daerah yaitu Jakarta, kali ini lebih luas, mencakup jawa keseluruhan hingga pedalaman sumatera, lebih tepatnya Minangkabau.
Cerita di buka dengan peristiwa pembunuhan yang menjadi sebab bermulanya pembunuhan-pembunuhan selanjutnya. Kasus pembunuhan yang ada tidak di tangani bagian Kriminal dan Reserse, melainkan di tangani oleh DETSUS antiteror yang menganggap pembunuhan tersebut berkaitan dengan Kelompok Patriotik (KePaRad)yang ingin membelot dari Indonesia,membuat Rudi dari bagian Kriminal dan Reserse kecewa dan memutuskan untuk menyelidiki sendiri, persis sebelum kematiannya Rudi menitipkan semua hasil penyelidikannya, berikut Nama Eva Duani Abdullah, anak seorang Sejarahwan sekaligus mantan pacanya kepada Inspektur Satu TImur Mangkuto, sahabatnya di Detsus Antiteror.
Kematian Rudi membuat Timur Mangkuto menjadi buron, bersama Eva Duani mereka menyelesaikan teka-teki Negara Pertama, Kedua, Ketiga, Keempat dan Kelima, yang membawa mereka pada untaian panjang sejarah tentang negeri yang hilang, Atlantis hingga pada masa penjajahan Indonesia. untuk menemukan Misteri Negara Kelima dan siapa sesungguhnya dalang dari semua pembunuhan tersebut.
Selama membaca buku ini, saya hanya bisa membayangkan dengan takjub apakah benar bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang? WOW… ES ITO mampu menyambungkan setiap sejarah yang ada, dari Atlantis menyambung ke Sriwijaya, Majapahit, kemudian ke PDRI dan terakhir adalah Krakatau ,walaupun pada cerita Atlantis, Sriwijaya, majapahit ada beberapa perbedaan, dengan buku-buku yang pernah saya baca, tapi tidak lantas menghilangkan kejutan-kejutan yang saya dapat.
Bahkan saat sejarah PDRI (saya segera mencari tentang PDRI) di ceritakan, saya kembali takjub dengan detail yang di berikan oleh ES ITO. Pemeritahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang tidak pernah heboh di bicarakan oleh buku-buku sejarah di Sekolah selama ini, ternyata merupakan tali penyambung yang sangat penting dalam sejarah Indonesia.
Hanya saja saya agak kecewa dengan pengakhiran cerita yang terasa kurang greget. akan tetapi secara keseluruhan novel ini patut di rekomendasikan sebagai bacaan berkualitas terutama untuk para generasi muda yang sering malas membaca sejarah, bikin ngantuk katanya. tapi percaya deh, buku ini akan bikin anda melek dan tak berhenti membacanya.



Comments